Membuka Kedok Laskar89: Sisi Gelap Aktivisme Online

January 3, 2026


Dalam beberapa tahun terakhir, aktivisme online telah menjadi alat yang ampuh untuk melakukan perubahan sosial. Dari kampanye hashtag hingga petisi online, internet telah menyediakan platform bagi individu untuk menyuarakan pendapat mereka dan memobilisasi orang lain untuk mendukung tujuan mereka. Namun, tidak semua aktivisme online diciptakan sama, dan beberapa kelompok menggunakan kedok anonimitas untuk menyebarkan kebencian dan memicu kekerasan.

Salah satu kelompok tersebut adalah Laskar89, sebuah kolektif online gelap yang terkenal karena pandangan dan taktik ekstrem mereka. Laskar89 menggambarkan dirinya sebagai sekelompok “pejuang dunia maya” yang berjuang demi apa yang mereka lihat sebagai pelestarian nilai-nilai tradisional dan perlindungan budaya mereka. Namun, jika dilihat lebih dekat, terungkap sisi gelap dari aktivitas mereka.

Laskar89 dikenal menargetkan individu dan kelompok yang mereka anggap musuh, menggunakan taktik seperti doxxing, pelecehan, dan bahkan ancaman kekerasan. Mereka telah dikaitkan dengan berbagai insiden pelecehan dan intimidasi online, dan dituduh menyebarkan ujaran kebencian dan menghasut kekerasan terhadap komunitas yang terpinggirkan.

Terlepas dari metode mereka yang kontroversial, Laskar89 berhasil mendapatkan pengikut secara online, dengan ribuan pendukung di platform media sosial. Anonimitas mereka memungkinkan mereka untuk beroperasi tanpa mendapat hukuman, bersembunyi di balik layar sambil menyebabkan kerugian nyata bagi korbannya.

Munculnya kelompok-kelompok seperti Laskar89 menyoroti sisi gelap aktivisme online, dan perlunya pengawasan dan akuntabilitas yang lebih besar di ruang digital. Meskipun internet mempunyai kekuatan untuk memperkuat suara dan gerakan demi perubahan positif, internet juga menyediakan platform bagi berkembangnya kebencian dan ekstremisme.

Untuk memerangi penyebaran kebencian dan kekerasan online, sangat penting bagi individu dan organisasi untuk waspada dan bersuara menentang kelompok seperti Laskar89. Dengan menyoroti aktivitas mereka dan meminta pertanggungjawaban mereka, kita dapat berupaya menciptakan ruang online yang lebih aman dan inklusif untuk semua.

Tags: