Para Ahli Menjelaskan MPOID dan Dampaknya

July 20, 2026


MPOID, atau My Personal Online Identity Disorder, merupakan fenomena relatif baru yang mulai mendapat perhatian di dunia psikologi dan teknologi. Dengan maraknya media sosial dan kebutuhan akan validasi dan persetujuan online, banyak orang mulai mengalami dampak negatif terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan mereka.

Para ahli di bidangnya menyoroti MPOID dan dampaknya, karena semakin banyak orang yang mencari bantuan untuk masalah yang berkaitan dengan identitas online mereka. Sarah Jones, seorang psikolog yang berspesialisasi dalam kesehatan mental digital, menjelaskan bahwa MPOID adalah suatu kondisi di mana individu menjadi terlalu terikat pada kepribadian online mereka dan merasa berharga dan diakui berdasarkan kehadiran online mereka.

“Orang dengan MPOID cenderung sangat bergantung pada media sosial untuk validasi dan persetujuan, yang menyebabkan perasaan cemas, depresi, dan rendah diri ketika mereka tidak menerima suka, komentar, atau perhatian yang mereka cari,” kata Dr. Jones. “Kebutuhan validasi yang terus-menerus ini dapat menyebabkan distorsi terhadap diri sendiri dan ketergantungan pada faktor eksternal untuk menghargai diri sendiri.”

Efek MPOID dapat terwujud dalam berbagai cara, seperti perasaan tidak mampu, dibandingkan dengan orang lain, dan ketidakmampuan untuk memutuskan hubungan dengan media sosial. Individu juga mungkin mengalami rasa takut ketinggalan (FOMO) dan kebutuhan terus-menerus untuk memeriksa notifikasi dan kehadiran online mereka.

Michael Smith, spesialis kecanduan teknologi, menjelaskan bahwa MPOID juga dapat memengaruhi hubungan dan interaksi sosial. “Individu dengan MPOID mungkin memprioritaskan identitas online mereka daripada hubungan di kehidupan nyata, yang menyebabkan perasaan terisolasi dan terputus dari dunia nyata,” kata Dr. Smith. “Hal ini dapat semakin memperburuk perasaan kesepian dan depresi.”

Penting bagi individu yang mengalami gejala MPOID untuk mencari bantuan dari ahli kesehatan mental atau terapis. Terapi dapat membantu individu mengidentifikasi dan mengatasi masalah mendasar terkait identitas online mereka, dan mengembangkan mekanisme penanggulangan yang lebih sehat dan harga diri.

Selain itu, para ahli merekomendasikan untuk menetapkan batasan dalam penggunaan media sosial, berhenti sejenak dari teknologi, dan melakukan aktivitas yang meningkatkan kepedulian dan kesadaran diri. Dengan mengambil langkah-langkah untuk memprioritaskan kesehatan mental dan kesejahteraan, individu dapat berupaya menuju hubungan yang lebih sehat dengan identitas online mereka dan meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan.

Karena MPOID terus menjadi perhatian yang semakin besar di era digital saat ini, penting bagi individu untuk menyadari potensi dampaknya terhadap kesehatan mental mereka dan mencari bantuan jika diperlukan. Dengan memahami dan mengatasi masalah terkait identitas online, individu dapat berupaya menuju kehidupan yang lebih seimbang dan memuaskan baik online maupun offline.

Tags: